Biaya KPR untuk konsumen

Sekedar berbagi biaya-biaya yang harus ditanggung konsumen untuk keperluan pencairan KPR sbb:

1. Biaya Provisi, 1% dari plafon kredit yang akan dicairkan

2. Biaya administrasi, umumnya sekitar 250rb-300rb

3. Biaya asuransi jiwa

Nominal biaya asuransi jiwa kredit tergantung dari umur Debitur KPR dan jangka waktu kredit yang diambil.  Sebagai gambaran untuk KPR dengan jangka waktu 10-15 tahun untuk debitur dengan usia 30 tahun maka premi asuransi yang dibayarkan sekitar 1 s.d 1,5 %  (AIG Life) dari nominal KPR yang dicairkan. Jadi misalkan untuk KPR senilai Rp.200 juta maka premi AJK besarnya +/- Rp.2 juta s.d Rp.3 juta.

4. Biaya asuransi kebakaran

Besarannya tergantung dari nilai bangunan yang akan dibeli dan jangka waktu perlindungan, umumnya berkisar pada angka 1% dari nilai bangunan.

5. biaya apraisal, digunakan untuk jasa apraisal Rp. 250.000,-

6. Biaya pengecekan seripikat, dilakukan oleh notaris, biayanya +/-Rp.100.000

7. Biaya SKMHT, rata-rata Rp.1.000.000,-

8. Biaya APHT, umumnya berkisar antara Rp.1 juta – Rp. 2 juta (tergantung dari nominal pencairan KPR)

9. Biaya buka rekening (apabila mengambil KPR melalui bank), besarannya berbeda-beda untuk masing-masing bank

10. BPHTB = 5 % X (NJOP-NJOPTKP)

NJOP adalah nilai jual rumah, sementara  NJOPTKP adalah nilai yang tidak kena pajak, yang saya ketahui NJOTKP untuk daerah Bekasi +/- Rp.60 juta. Jadi misalkan beli rumah dengan harga Rp.100 juta di bekasi, maka dasar pengenaanya adalah (Rp100 juta-Rp.60 juta) atau Rp.40 juta.

10. Angsuran Mengendap sebesar 1 X angsuran

11.  Uang Muka

1. biaya provisi 1% dari plafon kredit
2.biaya adm +- 250.000
3. biaya asuransi jiwa 2.600.000 (BNI life)
4. biaya asuransi kebekaran 1.000.000
5. biaya apraisal +- 250.000
6. biaya pengecekan seripikat 100.000
7. biaya pengikatan SKMHT 1.000.000
8. biaya pebgikatan APHT 1.200.000
9. biaya buka rekening (saldo minimum) 150.000
10. Angsuran Mengendap = 1 X angsuran
11. biaya balik nama 2.500.000
12. BPHTB = 5 % X (NPOP-NPOPTKP)
13. PPh atas PHTB = 5 % x harga jual
About these ads
Explore posts in the same categories: KPR

Tag: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

7 Komentar pada “Biaya KPR untuk konsumen”

  1. Martina Tambunan Berkata

    Kalau untuk kredit 200 juta, berapa standar gaji yang memungkinkan untuk di approve?

  2. Harya Berkata

    @ Martina : kalau asumsi maksimal pembayaran KPR 35% dari penghasilan dan tidak ada cicilan lain

    Minimal penghasilan untuk KPR (bunga 14%):
    - 15 tahun — Rp.7,6 juta
    - 10 tahun — Rp.8,9 juta

    Cicilan antara Rp.2,6 juta s.d. Rp.3,1 juta

    Sukur2 bunga KPR nya lebih rendah

  3. Ardi Berkata

    kalau utk pembelian rumah seharga 450juta dengan DP 20% (90jt) selama 180 bulan di daerah Kebraon – Surabaya.
    Yang saya tanyakan: Untuk pembiayaan yg diurus oleh Notaris kira-kira kena berapa ya ?dan apakah biaya yang di notaris tersebut dibebankan kepada si pembeli atau penjual atau patungan antara pembeli dan penjual ?

    Terima kasih.

  4. Harya Berkata

    @ Ardi : biaya apa neh yang dimaksud? Kalo biaya notaris sih tergantung negosiasi kita (kalau kita berhubungan langsung dengan notarisnya). Perkiraan saya untuk nilai kredit sebesar itu, biaya notaris bisa 4-6 juta, itu belum termasuk biaya KPR (provisi bank etc). Kalo yg diterima notaris biasanya cuma biaya AJB, pemasangan Hak Tanggungan dan pemecahan sertifikat plus balik nama sertifikat.

    Biaya notaris biasanya ditanggung oleh pembeli, cuma dalam praktek biaya tersebut biasanya dimasukkan dalam harga jual, nantinya penjual yang berurusan dengan notaris. Semacam ada mark up. Kalo BPHTB mestinya dibagi 2, tapi ya tergantung kesepakatan, bisa dimasukkan di harga jual juga.

    Untuk menekan biaya BPHTP biasanya harga di AJB menggunakan angka NJOP, jadi bisa lebih murah.

  5. randy Berkata

    mas, saya beli rumah bekas di sidoarjo harga 370jt,trus bank bisa kpr 290jt(70%), NJOP trakhir 156jt. biaya bank sekitar 6,5jt (appraisal, asuransi,provisi,admn,dll). kira berapa pajak dan biaya notaris yg saya bayar?
    sebelumnya saya dapat rincian biaya pajak&notaris dari pihak notaris banknya,
    rincian:
    a) Pajak Pembeli=(Rp 174.537.000-60jt)x5% (alasan notaris dinaikkan dari NJOP, apakah kalau pakai NJOP/lebih besar sedikit skitr 160jt,bs diterima oleh BPN)
    b)AJB = 174.537×1% (seandainya pakai NJOP/lebih besar sedikit skitr 160jt apakah bisa?)
    c) Balik nama=1,5jt
    d) Perjanjian kredit=300rb
    e) SKMHT=300rb
    f) APHT=1.250.000 (perhitungannya gmn)
    g) PNBP APHT=200rb
    h) PNBP Balik nama=158.300
    i) Pengecekan sertifikat=200rb

    dari data diatas apakah sudah sesuai biaya pajak dan notarisnya?mohon bantuannya

  6. Harya Berkata

    @ mas randy : kalau bicara dasar pengenaan pajak pembeli seharusnya menggunakan harga jual asli, cuma untuk menekan pajak yang harus ditanggung biasanya jual beli menggunakan NJOP atau nilai lain. Mungkin notaris pake angka tersebut tersebut sudah mempertimbangkan proses pendaftaran di BPN-nya. tanya aja kalo bisa diturunkan lagi.

    Mengenai biaya APHT itu domain notaris, sama dengan biaya AJB, soalnya kan dua-duanya itu fee pembuatan akta buat notarisnya. Biaya APHT sendiri biasanya antara 1-2 jutaan tergantung nilai kreditnya.

    Kalau mau lebih rendah ya mas randy mesti nego sama notarisnya.

    Itu saja sepengetahuan saya …… selamat atas rumah barunya

  7. Pande Berkata

    tks infonya gan..bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: