Tips Membeli Rumah di Komplek Perumahan

Membeli rumah, apalagi rumah pertama bisa jadi sangat tricky. Permasalahan yang dihadapi akan semakin berat apabila membeli rumah di kompleks perumahan dan tiba-tiba developernya entah kenapa bermasalah, tidak bisa menyelesaikan pembangunan rumah padahal kita sudah mengeluarkan uang muka dan biaya macam-macam.

Untuk menghindari permasalah di kemudian hari ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan sebelum  melakukan pembelian

  • Cek track record developer dan orang-orang terkait

ada beberapa cara  untuk melakukan pengecekan, bisa bertanya pada lingkungan sekitar perumahan atau proyek perumahan lain milik developer. Cara lain adalah lewat internet tanya di Google, masukan nama developer, sales etc yang kita ketahui bahkan nomor telepon yang ada juga bisa digunakan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Uang muka KPR 30% ??

Ada beberapa teman yang mengeluhkan adanya marketing developer yang mulai menerapkan aturan uang muka KPR sebesar 30% dengan alasan sudah diberlakukannya ketentuan dari Bank Indonesia yang mengikat bank umum dalam penyaluran KPR nya.

Sebetulnya aturan uang muka itu ada di surat edaran BI No. 14/ 10 /DPNP tanggal 15 Maret 2012 dan mesti dibaca lebih teliti karena untuk KPR itu aturannya sbb :

“Ruang lingkup KPR yang diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia ini mencakup kredit konsumsi kepemilikan rumah tinggal, termasuk rumah susun atau apartemen namun tidak termasuk rumah kantor dan rumah toko, dengan tipe bangunan lebih dari 70 m2 (tujuh puluh meter persegi), yang diberikan Bank kepada debitur perorangan dengan nilai kredit yang ditetapkan berdasarkan nilai agunan”

Jadi yang terkena aturan uang muka tersebut adalah rumah dengan tipe 70 ke atas, dengan harga tentunya di atas Rp500 juta. Untuk rekan-rekan yang ingin memiliki rumah pertama semestinya tidak dijadikan masalah karena apabila mau membeli rumah dengan tipe kecil (36 atau 45), ketentuan uang mukanya tidak mengikuti ketentuan tersebut kecuali mau langsung beli rumah gedong dengan luas bangunan di atas 70m2. Baca lebih lanjut

Bunga KPR Murah?

KPR
Bulan Januari kemarin, Bank Indonesia mengumumkan bunga kredit Bank per Januari 2012 khususnya KPR sbb ;

  • BRI 10,25%
  • B. Mandiri 11,25%
  • BCA 7,50%
  • BNI 11,0%
  • B. CIMB Niaga 11,30%
  • B. Danamon 12,25%
  • B. Panin 11,75%
  • B. Permata 12,00%
  • BTN 11,08%
  • B. OCBC NISP 11,50%
  • B. HSBC 8,75%
  • B. Jabar Banten 9,14%
  • B. Mega 12,5%
  • B. Bukopin 12,33%
  • B. Jatim 10,06%

Dari data tersebut BCA memberikan bunga KPR paling rendah 7,5%, tapi sebagai catatan bunga tersebut hanya berlaku fix selama 1 tahun dan dibatasi dengan syarat dan ketentuan tertentu dan saat ini program tersebut juga sudah ditutup oleh BCA.

Bagi orang awam tentunya banyak yang bertanya-tanya kenapa bunga KPR BCA bisa semurah itu, sebenarnya dalam penentuan bunga KPR bank ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan :

  • sumber dana yang digunakan

Baca lebih lanjut

Akad dalam KPR Syariah

Sudah lama tidak posting, saya mencoba membuat sebuah artikel mengenai KPR Syariah. Saya menyoroti dari sisi akad, karena dari sini nantinya bisa dikembangkan menjadi beberapa produk KPR Syariah, juga buat pengenalan buat rekan-rekan yang kebetulan ingin mengambil KPR Syariah.

Di Indonesia, ada dua jenis akad pembiayaan yang digunakan dalam produk KPR syariah yaitu akad murabahah dan akad musyaraqah mutanaqisah (MMQ).

Akad Murabahah

Merupakan akad yang paling umum digunakan oleh bank syariah di Indonesia. Konsep yang digunakan dalam akad ini adalah jual beli, dimana bank syariah akan membeli rumah dari penjual, selanjutnya nasabah akan membeli rumah tersebut dari bank dengan nilai beli sebesar  harga jual ditambah marjin yang diharapkan oleh bank selama masa pembiayaan. Baca lebih lanjut

Tips Memilih dan Mendiami Rumah di Perumahan

Berbagi pengalaman saja karena sebetulnya sudah banyak postingan dari blogger lain mengenai tips memilih perumahan. Dari pengalaman sendiri yang mencari rumah dari pelosok di Bekasi sampai Depok termasuk ke selatan Jakarta (Pasar Minggu sekitarnya), mungkin ada pengalaman yang dapat bermanfaat buat bro and sis yang mencari rumah yang ada di lingkungan perumahan (developer).

1. Reputasi dan Pengalaman Developer

Jangan menanyakan reputasi developer dari marketingnya, ini sama juga bohong. Info yang lebih berguna justru dapat diperoleh dari warga di perumahan yang dibangun developer yang sama. Dari internet juga mungkin dapat diperoleh info yang positif atau negatif tentang perumahan yang sedang kita incar. Tanyakan juga dari warga di sekitar perumahan, apakah pernah developer pernah bermasalah dengan lingkungan sekitar.

Faktor utama penyelesaian perumahan ada ditangan developer, tentunya berbeda antara developer yang telah membangun 1  perumahan dengan 10 perumahan. Tetapi perlu diperhatikan juga apakah ada track record developer yang kurang baik sebelumnya.

2. Kualitas Bangunan

Pilih developer perumahan yang memiliki rumah contoh yang sudah jadi atau sudah membangun perumahan lain. Amati kualitas bangunan yang sudah ada, jangan  sampai setelah teken AJB harus menyesali di kemudian hari.

Baca lebih lanjut