Aplikasi KPR Ditolak?

Kenapa aplikasi saya ditolak? Pasti ini pertanyaan utama oleh calon pembeli rumah, apalagi ada kejadian di satu bank aplikasinya diterima sementara di bank lain bukan peretujuan kredit yang keluar melainkan surat penolakan kredit.

Secara umum ada beberapa hal yang dapat menyebabkan aplikasi ditolak.

Nilai Rumah Lebih Kecil dari Harga Jual

Saat menerima aplikasi KPR, bank akan meminta kepada perusahaan apraisal untuk menilai harga pasar rumah yang hendak dibeli. Umumnya bank menetapkan kebijakan nilai kredit yang diberikan adalah 70-90% dari harga rumah atau nilai rumah (yang mana lebih rendah) yang disebut juga LTV (Loan to Value).

Jika ternyata nilai rumah lebih kecil dari nilai jual, maka pembeli harus menambah DP yang disediakan.

contoh :

X membeli rumah dari developer dengan harga jual Rp.150 juta,   dan mengajukan aplikasi kepada Bank C. Bank C memiliki kebijakan bahwa nilai kredit maksimum adalah 80% dari nilai rumah/harga jual.

Dalam hal nilai apraisal sama dengan harga jual, maka KPR X yang disetujui adalah Rp.120 juta (80% dari Rp.150 juta) dengan DP Rp.30 juta.

Jika hasil apraisal rumah X ternyata nilai pasarnya hanya Rp.120 juta maka maksimum KPR adalah Rp.96 juta (80% dari Rp.120 juta) dengan DP Rp.Rp.54 juta.

Tidak mampu membayar uang muka dan biaya KPR.

Berhubungan dengan penambahan uang muka, jika dari dokumen keuangan yang ada Bank menilai bahwa calon nasabah tidak akan mampu membayar syarat DP + biaya KPR maka bank akan menolak aplikasi tersebut.

Penghasilan Nasabah Tidak Mencukupi.

Bank menilai bahwa calon nasabah KPR memiliki penghasilan yang tidak mencukupi untuk membayar cicilan bulanan. Umumnya bank membatasi maksimal angsuran KPR sebesar 35%-40% penghasilan nasabah, tergantung dari tingkat penghasilan tentunya. Perhitungan ini biasanya disebut dengan PTI (Payment to Income Ratio).

Misalkan :

Penghasilan A per bulan sebesar Rp.5 juta, maka maks angsuran KPR nya sebesar Rp.2 juta.

Terlalu Banyak Berhutang.

Dengan adanya Sistem Informasi Debitur (SID) BI, saat ini semua kewajiban calon nasabah pada perbankan dapat dilihat oleh bank penyedia KPR. Jika dianggap total angsuran untuk KPR + hutang lainnya dibandingkan penghasilan (DTI) melebihi persentase tertentu, maka bank akan menolak aplikasi tersebut.

Misalkan :

Bank Y memiliki kebijakan DTI maksimal 60%. Penghasilan A per bulan sebesar Rp.5 juta, jika  angsuran KPR nya Rp.2 juta sedangkan setiap bulan minimum payment kartu kredit A Rp.1,5 juta maka Bank Y akan menurunkan maks angsuran KPR menjadi Rp.1,5 juta sehingga total angsuran bulanan A tetap sebesar Rp.3 juta.

Historikal Kredit yang Kurang Memuaskan.

Bank dapat mengetahui masa lalu kredit yang pernah atau sedang kita nikmati. Bank juga dapat mengetahui  jika pernah terjadi keterlambatan pembayaran , penundaan pembayaran atau kebangkrutan. Dalam keadaan seperti ini memang  kesempatan untuk disetujuinya aplikasi KPR amatlah kecil. Umumnya tidak ada toleransi terhadap konsumen KPR yang memiliki sejarah kredit yang buruk.

2 thoughts on “Aplikasi KPR Ditolak?

  1. kok gak ada alasan karena kontor tempat pemohonan bekerja masih ngontrak aplikasi di tolak. Aplikasi kredit griya saya ditolak karena kontor masih ngontrak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s