Over Kredit KPR

Kebetulan ada yang menanyakan masalah bagaimana memindahkan KPR kita dari satu bank ke bank lain atau lebih dikenal dengan over kredit KPR, misalkan kita mau pindahkan KPR dari Bank A ke Bank B.

Tata Cara

  1. Minta informasi kepada Bank X berapa baki debet/ saldo KPR kita saat ini kalau bisa minta rekening pinjaman dari bank tersebut serta informasi mengenai penyelesaian dokumen KPR seperti sertifikat tanah, IMB dan lain-lain (mintakan copy document apabila belum diberikan)
  2. Ajukan aplikasi kepada Bank B beserta dokumen pendukung (copy document dari Bank A)
  3. Bank B akan melakukan analisa kredit biasanya akan ditanyakan pula tanggal rencana take over.
  4. Apabila disetujui Bank B akan mengeluarkan Surat Persetujuan Kredit (SPK)
  5. Minta konfirmasi akhir dari Bank B mengenai posisi kredit pada tanggal take over
  6. Penandatanganan perjanjian kredit dan APHT dengan Bank B, biasanya Bank akan melakukan pelunasan melalui rekening yang ditunjuk oleh Bank A.
  7. Bank A akan menerbitkan surat pelepasan Hak Tanggungan dan surat bukti pelunasan kredit beserta asli dari dokumen KPR.
  8. Dokumen KPR tersebut harus diserahkan kepada Bank B untuk disimpan.

Biaya

Biaya yang kemungkinan dikeluarkan pada saat over kredit :

  1. Provisi Bank yang akan mengambil alih KPR kita
  2. Denda yang akan dikenakan oleh Bank awal
  3. Biaya administrasi termasuk pengikatan agunan oleh Bank B.

Jadi bukan hanya bunga yang perlu dipertimbangkan karena ada biaya yang mesti kita tanggung di muka jika berniat melakukan over kredit KPR.

Permasalahan

Apabila dokumen KPR (sertifikat dan lain-lain) belum selesai maka kemungkinan besar Bank B akan menolak over kredit ataupun meminta diselesaikan terlebih dahulu.

Mungkin ada yang lebih tahu, tetapi dari pengalaman teman tata caranya seperti itu. Mungkin ada yang punya pengalaman berbeda bisa disharing di sini.

6 thoughts on “Over Kredit KPR

  1. @ varian ….. tergantung orang aja sih kalo tau celahnya ya bisa nambah pagu kredit (gak ngajarin lo)

  2. take over? ini yang lagi ada dipikiran saya, karna bunga kpr saya tinggi. apakah bisa dalam perjanjian dg bank B kita minta batas maksimal kenaikan bunga dari SBI?(misal 5 point dari SBI)

  3. @ rika : yang dimaksud mungkin cap & floor, setahu saya hanya BCA yang punya produk ini dan itu juga dibatasi untuk 5 tahun pertama kalau tidak salah.

    Secara teori bisa saja sih memasukkan point maksimal kenaikan suku bunga, tetapi sampai saat ini belum ada bank yang bersedia memasukkan point tersebut. Belajar dari krisis tahun 1998, deposito bisa lebih dari 50% bunganya dan tentunya bank butuh suku bunga kreditnya lebih tinggi dari suku bunga simpanan, jadi ini merupakan dilema bagi bank juga😀

    Dan di Indonesia, permasalahannya debitur belum memilki bargaining power yang cukup kuat jadi ya ngikut saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s